Klamidia, kenali gejala penyebab dan pencegahannya

obat klamidia

Klamidia (Chlamydia) adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang berbahaya dan paling banyak menyerang manusia di seluruh penjuru dunia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat menginfeksi vagina, leher rahim, saluran tuba, anus, uretra, atau mata.

Rata-rata penderitanya adalah usia muda dibawah 25 tahun, bakteri ini bisa menyebar dengan mudah, tidak bisa berkembang biak diluar tubuh manusia. Sehingga penyebarannya hanya terjadi melalui kontak langsung dengan penderita sebelumnya.

obat klamidia

Siapa saja yang bisa terkena klamidia?

Chlamydia bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali, pria dan wanita tanpa memandang usia. Infeksi ini menular akibat dari perilaku sehari-hari yang tidak sehat yang menjadi korbannya, diantaranya :

  • Orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Orang-orang yang tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seks
  • Orang dengan riwayat terkena penyakit menular seksual

Bagaimana klamidia menular?

Klamidia dengan mudah menyebar lewat hubungan seks tanpa kondom. Bisa lewat vagina, anal, dan oral seks dan melalui persentuhan atau kontak langsung dengan alat kelamin. Bisa juga ditularkan melalui mata, tangan atau bagian tubuh lain dibasahi dengan cairan yang terinfeksi. Infeksi ini juga dapat ditularkan dari seorang wanita terinfeksi klamidia kepada anak dalam kandungannya berupa konjungtivitis yaitu mata yang bengkak dan mengeluarkan cairan. Oleh karena  itu sangat penting ketika akan merencanakan kehamilan, orang tua harus bebas dari infeksi ini, jika sudah positif terinfeksi maka segera periksakan diri ke dokter secepatnya. Selain itu bakteri Chlamydia trachomatis juga bisa menyebar menggunakan media sex toys (alat bantu seks) yang kotor setelah digunakan atau yang digunakan tanpa menggunakan pengaman. Penyakit ini tidak dapat menyebar dengan berciuman, toilet, seprei, gagang pintu, kolam renang, kolam air panas, bathtub, atau saling tukar menukar pakaian. Bakteri ini menular lewat cairan seksual pada alat kelamin ketika berhubungan seks meskipun tidak sampai pada tahap orgasme, penetrasi atau ejakulasi.

Bagaimana gejala klamidia?

Sekitar 90% persen wanita dan 70% pria yang terkena klamidia tidak memiliki gejala-gejala yang serius. Jika mereka memiliki gejala, gejala biasanya mulai dari 1-3 minggu setelah terinfeksi.

Baca juga :  Pipis sakit bagaimana cara mengobatinya?

Adapun gejala klamidia pada umumnya adalah :

  • Perdarahan antara periode menstruasi
  • Pendarahan pada vagina setelah hubungan seks
  • Nyeri di perut
  • Nyeri selama hubungan seksual
  • Badan terasa demam
  • Rasa sakit seperti terbakar pada saat buang air kecil
  • Merasa ingin buang air terus menerus lebih sering dari biasanya
  • Nyeri, gatal, perdarahan, dan atau debit lendir dari rektum (klamidia di anus)
  • Kemerahan, gatal pada mata (klamidia di mata)

Semua gejala-gejala tersebut sangat mirip dengan gejala salah satu penyakit kelamin yang lain yaitu gonorrhea atau kencing nanah.

Untuk jangka panjang, klamidia yang sudah menyebar akan mengakibatkan kesehatan yang terganggu jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Beberapa akibat jangka panjang yang ditimbukan untuk pria adalah :

  • Radang dan menimbulkan rasa perih pada bagian sistem reproduksi laki-laki yang dikenal dengan epididimitis. Jika tidak segera ditangani maka infeksi ini bisa semakin parah dan akhirnya menimbulkan gonore atau kencing nanah dan bisa juga menyebabkan kemandulan akibat radang pada saluran sperma dari testikel.
  • Radang sendi pada pria yang berlangsung lama. Jika sudah sampai tahap komplikasi, radang sendi ini bisa membaik dalam waktu 2 bulan sampai 1 tahun, tetapi kondisi tersebut bisa kambuh lagi.
  • Uretritis juga termasuk akibat dari komplikasi klamidia, yaitu kondisi dimana susah menahan buang air kecil, dan merasakan sakit ketika buang air serta keluarnya nanah atau cairan kental seperti susu pada ujung kelamin

Pada wanita juga bisa terkena kompliasi infeksi ini, akibat yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :

  • Radang pada serviks (cervicitis), yang mengakibatkan rasa nyeri pada bagian perut bawah, nyeri dan mengeluarkan darah pada saat melakukan hubungan intim atau sesudahnya dan ada pendarahan diluar menstruasi.
  • Radang panggul yang beresiko tinggi pada kehamilan karena bisa menyebabkan keguguran dan pertumbuhan janin di luar rahim. Infeksi ini mengakibatkan sakit panggul dan kemandulan.
Baca juga :  4 Cara mencegah Klamidia

Bagaimana cara mendiagnosa klamidia?

Jika Anda merasa terkena infeksi ini maka segeralah untuk melakukan pengobatan pada dokter pribadi, dokter spesialis penyakit kelamin, rumah sakit, atau klinik kesehatan. Jika Anda berusia kurang dari 25 tahun dan pernah melakukan hubungan seksual, maka Anda setidaknya sekali dalam setahun harus rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan Anda terbebas dari bakteri ini, lebih sering jika Anda mengubah pasangan seks atau memiliki klamidia atau penyakit kelamin lainnya.

Dokter dapat mendiagnosis klamidia dengan menguji sampel dari urine, vagina, atau leher rahim. Dokter juga dapat mengumpulkan sampel dari vagina atau leher rahim dengan melakukan pemeriksaan panggul. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui apakah Anda memiliki gonore (kencing nanah) atau klamidia. Karena kedua penyakit ini memiliki gejala yang sangat mirip, tetapi kedua jenis infeksi ini membutuhkan pengobatan yang berbeda.

Apakah ada obat untuk klamidia?

Ya, Chlamydia bisa diobati dan disembuhkan, tapi perlu diingat bahwa meskipun bisa disembuhkan bukan berarti Anda tidak bisa terinfeksi lagi. Yang paling penting bahwa Anda segera melakukan pengobatan secara dini agar lebih penanganannya lebih mudah dan segera mendapatkan kesembuhan. Lebih baik jika Anda bersama pasangan seksual memeriksakan diri untuk memastikan bahwa masing-masing sudah steril sehingga tidak saling menularkan satu dengan yang lain. Dokter akan memberikan dosis tunggal obat berupa azitromisin doxycycline yang dikonsumsi 2 kali sehari, selama 7 hari. Dokter akan menentukan obat yang tepat untuk Anda. Ingat diharuskan mengambil semua obat yang diresepkan, bahkan meskipun jika gejalanya sudah hilang. Ini karena masih sangat mungkin infeksi masih ada di dalam tubuh Anda. Selain menggunakan resep dokter, Anda juga bisa mengkomsumsi obat herbal yang diproduksi oleh Denature Indonesia sebagai alternatif pengobatan, dengan kulitas yang terjamin aman dan terpercaya karena sudah mendapatkan lisensi dari DINAS KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA sehingga tidak menimbulkan efek samping dan ketergantungan. Selain itu juga Anda tidak perlu repot ke dokter dan ditambah dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan obat kimia.

Apakah klamidia berbahaya?

Jika klamidia tidak segera diobati, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Akan menyebabkan rasa sakit di bagian bawah perut Anda. Infeksi biasanya dimulai pada serviks, tetapi jika tidak diobati, dapat menyebar ke saluran tuba dan ovarium dan menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Berdasarkan data bahwa 30% dari klamidia yang tidak diobati berubah menjadi PID. PID dapat menyebabkan masalah dengan kehamilan pada wanita atau ektopik atau tuba (kehamilan di tuba falopi). Menurut CDC, 10-15% wanita yang memiliki klamidia yang tidak diobati akan memiliki gejala penyakit radang panggul (PID).

Baca juga :  Dampak Akibat Penyakit Sifilis

Bagaimana cara  mencegah klamidia?

Jika Anda merasa terserang klamidia, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berhenti melakukan hubungan seksual dengan siapapun dan segera diperiksa ke dokter untuk dites dan diobati. Tanyakan dokter Anda jika Anda bisa mendapatkan resep juga untuk pasangan Anda. Di samping itu Anda juga harus memberitahukan mitra seksual bahwa Anda mengidap klamidia (siapa pun yang berhubunga seks dengan Anda baik vagina, anal atau oral seks dengan dalam 60 hari terakhir – atau pasangan seksual terbaru). Ini mungkin sulit untuk dilakukan, tetapi sangat penting agar mereka yang terinfeksi bisa diobati sebelum masalah kesehatan yang lebih serius terjadi.

Ingat: Jangan berhubungan seks sampai Anda selesai pengobatan dan dokter Anda memberitahu Anda bahwa Anda sembuh. Pastikan Anda menggunakan kondom setiap kali Anda akan melukan hubungan seks secara vaginal, anal, dan oral seks.

Bagaimana cara menghindari klamidia ?

Cara terbaik untuk menurunkan risiko terkena klamidia tidak melakukan hubungan seksual dengan siapa saja. Namun, jika Anda memutuskan untuk melakukan hubungan seksual, pastikan Anda menggunakan kondom setiap kali berhubungan dengan mitra seksual baik itu lewat vaginal, anal atau oral.