Pentingnya Keseimbangan Cairan Dalam Tubuh Kita

Pentingnya Keseimbangan Cairan dalam Tubuh Kita – Kali ini situs jualobatsipilis.com akan mengulas tentang artikel kesehatan tentang Pentingnya Keseimbangan Cairan dalam Tubuh Kita yang dikutip dari berbagai sumber. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang Artikel Kesehatan Pentingnya Keseimbangan Cairan dalam Tubuh Kita, Anda bisa menyimak Pentingnya Keseimbangan Cairan dalam Tubuh Kita pada ulasan berikut ini.

TUBUH manusia terdiri atas air sekitar 60%. Pada seorang pria dengan berat badan rata-rata 70 kg, hal tersebut menandakan terdapat 42 liter air.

Banyaknya cairan tubuh diatur dengan baik karena pengaturan kadar cairan tubuh yaitu hal penting. meski kalian mampu hidup dua pekan tanpa makanan, kalian tak bisa hidup lebih dari dua hari tanpa cairan.

Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga keadaan tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah yaitu salah sesuatu bagian dari fisiologi homeostatis.

Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh adalah larutan yg terdiri dari air (pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Elektrolit adalah zat kimia yg menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yg disebut ion seandainya berada dalam larutan.

Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan di distribusi ke segala bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yg normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam semua bagian tubuh.

Baca juga :  Atasi Flu Dengan Aktivitas Fisik Maksimal

Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung sesuatu dengan yg lainnya; seandainya salah sesuatu terganggu maka mulai berpengaruh pada yg lainnya.

Cairan tubuh dibagi dalam beberapa kelompok besar merupakan cairan intraseluler da ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yg berada di dalam sel di semua tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yg berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu: cairan intravaskuler (plasma), cairan interstitial dan cairan transeluler.

Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yg terletak di antara sel, sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

Perubahan komposisi dan volume cairan tubuh yg disebabkan oleh gangguan keseimbangancairan danelektrolit disebabkan oleh berbagai jenis kondisi atau penyakit. Sebagian besar gangguan ini disebabkan oleh penyakit saluran cerna.

Pengeluarantidak normal seperti stoma, aspirasi nasogastrik, diare berkepanjangan, luka bakar, harus dianalisa dan diukur secara benar bagi menghitung jumlah cairan yg diperlukan. Kekurangan cairan dan elektrolit biasanya akibat kehilangan normal atau berlebihan atau penurunan pemasukan normal. Salah sesuatu contoh penyakit saluran cerna adalah muntah dan diare.

Baca juga :  9 Tips Agar Anda Tetap Awet Muda

Mekanisme pengaturan keseimbangan cairan oleh ginjal dikerjakan dengan mengontrol cairan ekstraseluler dengan mempertahankan keseimbangan garam dan juga mengatur osmoloritas cairan intraseluler dengan mempertahankan keseimbangan air.

Cairan tubuh tak statis. Cairan dan elektrolit berpindah dari sesuatu kompartemen ke kompartemen yang lain buat memfasilitasi proses-proses yg terjadi dalam tubuh, seperti oksigenasi jaringan, respon terhadap penyakit, dan respon terhadap terapi obat. Cairan tubuh dan elektrolit berpindah melalui difusi, osmosis, transport aktif, atau filtrasi. Perpindahan tersebut bergantung pada permeabilitas membran sel atau kemampuan membran bagi ditembus cairan dan elektrolit.

Proses pergerakan cairan tubuh antar kompertemen mampu berlangsung secara:

1. Difusi, adalah proses saat materi padat, partikel, seperti gula di dalam cairan, berpindah dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah,sehingga distribusi partikel dalam cairan menjadi merata.

2. Osmosis, adalah perpindahan pelarut murni seperti air melalui membran semipermiabel yg berpindah dari larutan yg memiliki konsentrasi solute rendah ke tinggi. Kecepatan osmosis bergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, suhu larutan, muatan listrik solute serta perbedaan tekanan osmosis yg dikeluarkan larutan. Tekanan osmotik larutan disebut osmolalitas, suatu larutan yg osmolitasnya sama dengan plasma darah disebut isotonik

Baca juga :  Diabetes Bisa Menyerang Kesehatan Mata? Ini 5 Buktinya!

3. Filtrasi adalah proses perpindahan air dan substansi yg mampu larut secara bersamaan sebagai respon terhadap adanya tekanan cairan. Proses ini bersifat aktif di dalam bantalan kapiler, tempat pembedahan hidrostatik tau gradient yg menentukan perpindahan air, elektrolit, dan substansi pelarut yang lain yg berada diantara cairan kapiler dan cairan intertisial.

4. Transpor aktif, memerlukan aktifitas metabolik dan pengeluaran energy buat menggerakkan materi guna menembus membran sel. Hal ini memungkinkan sel menerima molekul yg lebih besar dari sel tersebut , selain itu sel bisa menerima atau memindahkan molekul dari daerah berkonsentrasi rendah ke tinggi.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA.

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
Demikian ulasan artikel megnenai Pentingnya Keseimbangan Cairan dalam Tubuh Kita harapan kami bisa bermanfaaat dan menambah wawasan pembaca tentang berbagai macam pengetahuan tentang kesehatan. Jangan lupa kunjungi terus jualobatsipilis.com untuk mendapatkan informasi terbaru tentang kesehatan setiap harinya.

Artikel Seputar Penyakit Kelamin